Bintan, KepriDays.co.id – Warga dari tiga kecamatan yang masuk dalam Daerah Pemilihan (Dapil) I Kabupaten Bintan mengikuti Dialog Interaktif Partai Golkar di Pasar Tani, Kecamatan Toapaya, Sabtu (4/10/2025).
Dialog yang mengusung tema “Berbenah Menuju Pemilu 2029” itu dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua I DPRD Kepri Dewi Kumalasari Ansar. Kemudian dihadiri oleh Anggota DPRD Bintan dari Partai Golkar Bintan yaitu Fiven Sumanti, Muhammad Wahyu Nugraha, Ahmad Makruf, Suprapto, dan Hesti Gustian.
Warga yang menghadiri kegiatan ini berasal dari simpatisan dan Kader Partai Golkar Dapil I Bintan ini menyampaikan beberapa aspirasinya. Mulai dari kader yang berasal dari Kecamatan Toapaya, Gunung Kijang dan Teluk Bintan.
Salah satu warga dari Desa Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang, Sofian mengatakan, ada tiga keluhan yang ingin dia sampaikan kepada para anggota DPRD Bintan dari Partai Golkar.
“Saya ingin menyampaikan keluh kesah masyarakat di Desa Malang Rapat. Mulai dari lapangan kerja, lampu jalan, dan bantuan dari pemerintah,” kata pria ini dihadapan Anggota DPRD Bintan.
Untuk lapangan kerja, beberapa kali pemerintah daerah membuka Job Fair untuk membuka peluang bagi anak daerah dapat bekerja. Namun kenyataannya, masih banyak anak tempatan yang tak dapat bekerja termasuk di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI).
“Anak-anak kita di desa sudah mengantarkan lamaran langsung ke PT BAI. Kemudian juga pernah ikut Job Fair namun hingga kini juga belum bekerja,” ujar pria ini.
Kemudian soal lampu jalanan, tempat tinggalnya yaitu Desa Malang Rapat merupakan wilayah pariwisata. Namun kondisi jalanan ke objek-objek pariwisata gelap gulita.
Kondisi ini telah dilaporkan ke instansi terkait agar segera ditanggapi dan dipasang Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).
“Tapi laporan kita sepertinya hanya dibaca lalu. Tak ada suatu kebijakan yang mampu agar lampu itu dapat dipasang. Seharusnya wilayah wisata didukung karena menjadi penyumbang pendapatan daerah,” jelasnya.
Terakhir masalah bantuan-bantuan pemerintah ke warga. Sebaiknya dibenahi lagi agar bantuan itu tepat sasaran, weperti untuk petani maupun nelayan.
“Penerima bantuan itu harus didata yang baik. Kemarin, ada petani yang dapat bantuan kapal dan nelayan dapat bantuan yang dibutuhkan petani. Sehingga bantuan itu tidak dapat dipergunakan,” katanya.
Hal yang sama dikatakan seorang ibu warga dari Kecamatan Gunung Kijang juga meminta anggota DPRD Bintan perhatian kondisi jalanan dari Desa Malang Rapat menuju Kawal.
“Itu kayaknya rusak merata. Padahal sudah diperbaiki namun belum satu Minggu rusak kembali. Jadi perhatikan lah jalan masyarakat,” ucapnya.
Kerusakan jalanan yang paling parah berada di tak jauh dari rumah Kades Malang Rapat. Lalu lampu jalanan di wilayah tersebut juga minim sehingga gelap dan membahayakan.
“Jangan sampai jalan yang rusak menimbulkan musibah bagi masyarakat. Kalau sudah kecelakaan dan jatuh masyarakat harus mengadu ke siapa lagi,” kata dia.
“Kalau tidak ibu dewan, kasih tau ke Pak Gubernur dan Pak Bupati soal ini,” tambahnya
Sementara warga dari Toapaya Asri yang merupakan petani salak meminta jalan menuju Kebun Salak Sari Intan untuk dilanjutkan kembali. Karena dari 1.200 meter yang diusulkan hanya sepanjang 250 meter yang dikerjakan.
“Salak Sari Intan ini merupakan produk hasil pertanian dari Bintan. Untuk terus mengembangkan pertanian dan swasembada pangan juga dibutuhkan akses jalan,” ujarnya.
“Maka kita minta pemerintah daerah melalui dewan dapat kembali memperjuangkan infrastruktur jalan tersebut agar segera dilanjutkan,” sebutnya.
Wartawan : Ari
Editor : Roni
