Dunia, KepriDays.co.id – Pergantian tahun merupakan peristiwa yang dirayakan secara global di berbagai belahan dunia.
Setiap budaya memiliki cara unik dalam menyambutnya, yang sering kali dipenuhi dengan ritual dan keyakinan yang mendalam.
Tradisi-tradisi ini lebih dari sekadar perayaan; mereka mencerminkan harapan dan doa untuk keberuntungan di masa mendatang.
Dari upacara pembersihan diri hingga simbol-simbol kemakmuran, setiap negara menawarkan keunikan tersendiri dalam menyambut tahun yang baru.
Berbagai tradisi ini telah diwariskan dari generasi ke generasi, menjadikannya bagian integral dari identitas budaya masyarakat setempat. Momen ini juga dimanfaatkan untuk melakukan refleksi diri dan menetapkan tujuan yang baru.
Berikut adalah daftar dan penjelasan mengenai tradisi unik tahun baru yang ada di berbagai negara sebagaimana dilansir dari Liputan6.com, Jumat (26/12):
1. Berdendang Rotan.
Badendang Rotan, yang juga dikenal sebagai Badendang Rotang, merupakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Maluku, terutama di wilayah Maluku Tengah, untuk merayakan pergantian tahun. Kegiatan ini melibatkan menyanyi dan menari bersama dengan penuh semangat dan sukacita.
Acara ini biasanya dimulai setelah pukul 00.00 waktu setempat pada malam tahun baru dan berlangsung hingga pagi hari. Ritual ini tidak hanya menjadi bentuk hiburan, tetapi juga menjadi momen penting bagi masyarakat untuk berkumpul dan merayakan.
Hela Rotan adalah bagian dari tradisi tersebut yang melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat sebagai simbol kebersamaan. Dalam pelaksanaannya, Badendang Rotan berfungsi sebagai sarana untuk mempererat tali persaudaraan, silaturahmi, dan rasa kekeluargaan antarwarga.
Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat merasakan kebersamaan dan kekompakan dalam menyambut tahun yang baru. Selain itu, Badendang Rotan juga mencerminkan nilai-nilai budaya yang kaya dan kearifan lokal yang masih dijaga hingga kini.
2. Makan 12 Butir Anggur.
Waktu pelaksanaan tradisi ini berlangsung tepat saat lonceng berdentang 12 kali pada malam pergantian tahun. Setiap dentingan lonceng menandakan satu bulan dalam setahun yang akan datang, dan diyakini bahwa menghabiskan seluruh butir anggur pada saat itu akan membawa keberuntungan selama 12 bulan ke depan.
Asal mula tradisi ini dimulai pada tahun 1909 ketika para petani anggur di Alicante mencari cara untuk memanfaatkan kelebihan hasil panen mereka. Pusat perayaan yang paling terkenal dan ikonik terletak di Puerta del Sol, Madrid, di mana ribuan orang berkumpul untuk mengikuti suara lonceng dari menara jam balai kota.
3. Bunyikan Lonceng 108 Kali.
Kuil-kuil Buddha melakukan tradisi membunyikan lonceng sebanyak 108 kali untuk membersihkan diri dari 108 dosa serta keinginan duniawi yang dimiliki oleh manusia. Tradisi ini berlangsung di kuil-kuil Buddha pada malam 31 Desember (misoka) menjelang tengah malam.
Dalam ajaran Buddha, angka 108 melambangkan 108 nafsu duniawi atau keinginan (bonn) yang dianggap menjadi penyebab utama penderitaan manusia. Dengan setiap dentangan lonceng, diharapkan satu nafsu dapat diusir, sehingga seseorang bisa memulai tahun baru dengan jiwa yang bersih dan murni. Lonceng besar yang ada di kuil (bonsh) dipukul menggunakan balok kayu besar untuk menghasilkan suara yang menggema.
4. Melompat Dari Kursi Duduk.
Orang Denmark memiliki tradisi unik saat menyambut tahun baru, yaitu melompat dari kursi atau sofa mereka. Tujuan dari tindakan ini adalah untuk secara simbolis menghindari “ruang antara” antara tahun yang lama dan yang baru.
Sebelum tengah malam, warga Denmark akan bersiap-siap di atas kursi mereka. Tepat ketika lonceng dari Balai Kota Kopenhagen berbunyi pada pukul 12 malam, mereka melompat ke lantai.
Tradisi ini biasanya dilakukan setelah makan malam dan minum-minum, sehingga sering kali menyebabkan insiden kecil. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk berhati-hati saat melakukan lompatan ini.
5. Pakaian Dalam Berwarna.
Di Meksiko, warna pakaian dalam yang dikenakan pada malam tahun baru memiliki makna tersendiri; warna merah melambangkan cinta yang membara, sementara kuning diasosiasikan dengan kemakmuran finansial.
Masyarakat percaya bahwa mengenakan pakaian dalam berwarna kuning akan membawa keberuntungan dalam hal keuangan di tahun yang baru. Tradisi ini menjadi bagian penting dari perayaan dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Editor : Roni
