Natuna, KepriDays.co.id – Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi beban ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan yang terus digencarkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri).
Salah satunya melalui peluncuran Penyaluran Bantuan Pangan alokasi Februari–Maret Tahun 2026 di Kabupaten Natuna, Sabtu (4/4/2026).
Peluncuran dilakukan langsung oleh Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Kepri Nyanyang Haris Pratamura, serta dihadiri Bupati Natuna Cen Sui Lan, unsur Forkopimda, anggota DPRD Provinsi Kepri, dan sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemprov Kepri dan Pemkab Natuna.
Ansar-Nyanyang bersama rombongan terlebih dahulu meninjau Gudang Bulog Ranai untuk memastikan kesiapan dan kualitas stok pangan yang akan disalurkan kepada masyarakat.
Pimpinan Cabang Bulog Ranai, Pencius Siburian menyampaikan, penyaluran bantuan pangan ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.
Meningkat 89 Persen
Untuk periode Februari hingga Maret 2026, bantuan yang disalurkan berupa beras sebanyak 10 kilogram per bulan atau total 20 kilogram per penerima, serta minyak goreng sebanyak 2 liter per bulan atau total 4 liter per penerima. Bantuan tersebut diberikan kepada 7.321 penerima manfaat yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Natuna.
“Jumlah ini mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan periode Oktober–November 2025 yang hanya sebanyak 3.686 penerima.Artinya terjadi peningkatan sekitar 89 persen,” jelas Pencius.
Ia menegaskan, Bulog Ranai berkomitmen memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Sedangkan, Ansar Ahmad secara simbolis menyerahkan bantuan kepada 100 perwakilan penerima manfaat.
Ansar Serukan Hemat Pangan
Ansar menyampaikan, secara keseluruhan jumlah penerima bantuan pangan di Provinsi Kepulauan Riau mencapai 143.034 orang, dengan 7.321 penerima berada di Kabupaten Natuna.
“Harapannya bantuan pangan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang menantang, serta dapat terus berlanjut pada masa yang akan datang,” ujar Ansar.
Ansar juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam mengelola konsumsi pangan dan tidak melakukan pemborosan.
“Saya mengajak masyarakat untuk mengonsumsi makanan secukupnya dan tidak boros pangan. Ini penting sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan kita bersama,” tegasnya.
Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Natuna bersama OPD terkait untuk terus mensosialisasikan gerakan Stop Boros Pangan kepada masyarakat.
Editor : Roni
