Bintan, KepriDays.co.id – Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) mendukung penuh sektor pariwisata di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Salah satu dukungan itu akan memanggil Kementerian Imigrasi untuk melakukan peninjauan ulang pemberlakuan bebas visa atau Visa on Arrival (VoA).
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mengatakan, dari hasil kunjungannya ke Kabupaten Bintan mendapati terjadinya permasalahan kunjungan wisatawan mancanegara.
“Bintan memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata. Namun beberapa tahun terakhir terjadi penurunan kunjungan wisatawan mancanegara. Ternyata kendalanya terkait bebas visa,” ujar Politikus PDIP ini saat melaksanakan reses di Kantor Pemkab Bintan, kemarin.
Dari hasil pembahasan bersama Pemkab Bintan, ternyata wisatawan asal Cina paling banyak berkunjung ke Bintan.
Kemudian disusul India dan lainnya. Saat itu, mereka tidak dikenakan kewajiban bayar visa atau masih bebas visa.
Dampaknya dari bebas visa, penerbangan dari Cina ke Pulau Bintan bisa tiga kali dalam sepekan. Namun untuk sekarang tidak ada lagi, karena Cina tidak masuk dalam negara yang ditetapkan sebagai bebas visa ke Indonesia.
“Bahkan Kapal Pesiar sering singgah ke Bintan. Namun sekarang tidak lagi karena tidak bebas visa,” jelasnya.
Akibatnya Cina, India dan lainnya tidak masuk dalam negara bebas visa ke Indonesia. Wisatawan tersebut beralih ke Malaysia. Apalagi di negeri Jiran tersebut ada destinasi baru yaitu Desaru di Johor.
Ini menjadi kompetitor baru bagi Indonesia dalam menarik kunjungan wisatawan. “Biasanya wisatawan Cina ke Singapura lalu Bintan. Namun sekarang mereka ke Singapura lalu ke Malaysia tempat destinasi baru di Desaru,” katanya.
Tentunya hambatan-hambatan ini menjadi kewajiban Komisi VII DPR RI mencari solusi. Maka sekali lagi dia meminta agar Kementerian Imigrasi untuk melakukan peninjauan ulang pemberlakuan bebas visa.
Bisa dicontoh negara Jepang dan Korea. Kedua negara ini memberikan bebas visa sebagai upaya mereka menjual destinasinya.
“Kita mengharapkan kementerian imigrasi bisa meninjau ulang terkait manfaat bebas Visa. Kita sudah keliling ke daerah ternyata itu memberikan berdampak besar,” ujarnya.
“Kita gak minta semua negara bebas Visa. Tetapi negara yang menjadi potensi market dari pada tujuan wisata ke Bintan,” tambahnya.
Sementara, Bupati Bintan Roby Kurniawan mengucapkan terimakasih atas dukungan yang diberikan Komisi VII DPR RI kepada Pemkab Bintan dalam meningkatkan sektor pariwisata.
“Dengan dukungan ini kita menjadi semangat lagi dalam mendorong kemajuan pariwisata. Semoga Bintan mendapatkan perhatian dalam pemberlakuan bebas visa bagi wisatawan mancanegara,” sebutnya.
Ketika Covid-19 belum menyerang, bebas visa berlaku untuk ratusan negara. Bintan menjadi penyumbang terbesar ke tiga kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Setelah Bali dan Jakarta.
Namun setelah bebas visa hanya diberlakukan ke beberapa negara. Dampaknya sangat besar, kunjungan wisatawan mancanegara terjun bebas. Bahkan saat ini mereka memilih ke Malaysia dibandingkan ke Bintan.
“Dulunya kita mampu datangkan 1 juta lebih wisatawan mancanegara. Sekarang dari Januari-Juni baru mencapai 300 ribu kunjungan,” ucapnya.
Pemkab Bintan telah berkolaborasi dengan pelaku usaha wisata. Targetnya Cina dan India namun sayangnya kedua negara ini tidak ditetapkan sebagai negara bebas visa.
“Kami harapkan Cina dan India kembali ditetapkan VoA. Dengan begitu, kunjungan wisatawan mancanegara ke sini dapat terbantu sesuai komitmen bersama,” tutupnya.
Wartawan: Ari
Editor: Roni
