Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Cabang olahraga panjat tebing di Porprov Kepri VI 2026 mengalami penundaan.
Jadwal yang seharusnya mulai dipertandingkan hari ini, Senin (2/11/2026), terpaksa ditunda.
Penundaan ini dipicu aksi protes dari empat Pengcab Panjat Tebing, yakni, Tanjungpinang, Bintan, Natuna, dan Karimun yang melakukan walk out.
Ketua KONI Karimun, Sri Rezeki membenarkan adanya persoalan tersebut. Menurutnya, seluruh pihak masih menunggu keputusan tegas dari PB Porprov dan KONI Kepri.
“Saya mendukung langkah empat Pengcab yang walk out tadi malam. Akibatnya jadwal hari ini tidak terlaksana. Kami masih menunggu hasil keputusan,” ujar Sri Rezeki, Senin (2/11/2026).
Sri menjelaskan, protes itu muncul karena dugaan keabsahan atlet panjat tebing Kota Batam yang dinilai bukan berasal dari Kepri.
“Kita menunggu keputusan yang bijaksana agar sportivitas benar-benar terjaga. Sejauh ini PB Porprov sudah menganulir keabsahan atlet tersebut,” katanya.
Sebelumnya, atlet panjat tebing Kota Batam tersebut dicoret dan dinyatakan tidak sah untuk bertanding di Porprov Kepri VI. Atlet itu diketahui bukan ber-KTP Batam maupun Kepri.
Sedangkan, Ketua KONI Kepri, Usep R.S, saat ditemui usai pembukaan Porprov pada Minggu (1/11/2026) membenarkan pencoretan itu.
“Itu keputusan Pengprov. Ada atlet yang KTP-nya dari luar, atau KTP sementara, itu tidak kami berlakukan,” tegas Usep.
Menurutnya, aturan ketat harus diterapkan untuk menghindari masalah di kemudian hari.
“Kalau atlet itu dapat emas, lalu kita panggil untuk mewakili Kepri di Pra-PON atau PON, nanti yang jadi masalah justru soal KTP-nya. Karena itu kita sekarang pakai sistem seperti PON, sistem akan otomatis menolak jika datanya tidak sesuai,” pungkasnya.
Wartawan: Sari
Editor: Roni
