oleh

Capaian PAD Kepri Tahun 2018 Lampaui Target

Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Tahun 2018, capaian pendapatan Asli Daerah di Provinsi Kepri sebesar Rp1,110 triliun. Perolehan ini melampaui target atau sekitar 107,04 persen.

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Reni Yusneli melalui rilis tertulis menyebutkan dari Januari 2018 sampai 31 Desember 2018 Gubernur mentargetkan pendapatan daerah Rp1,037 triliun hingga ada kenaikan Rp129.957.306.713 dari capaian pajak daerah tahun anggaran 2017 sebesar Rp.980.666.057.

“Kalau persentase kinerja penerimaan pajaknya dibanding 2017 maka persentase naiknya 13,25 persen,” ucap Reni Yusneli.

Penarikan pajak ini, sebut Reni berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Dalam aturan ini ada lima poin yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi, yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB), Pajak Air Permukaan (PAP), dan Pajak Rokok.

Rincian pendapatan yang melebihi target di antaranya, perolehan dari PKB yang targetnya Rp402.774.825.415 l yang terealisasi mencapai Rp421.953.915.885 atau 104,76 persen.

Sedangkan untuk pajak dari BBN-KB ditargetkan sebear Rp229.224.716.286 terealisasi Rp256.060.696.046 atau mencapai 111,71 persen.

Kemudian perolehan PBB-KB yang ditargetkan Rp296.811.289.146 malah terealisasi Rp315.442.229.615 atau 106,28 persen.

Selain itu, untuk pajak rokok yang ditargetkan Rp104.204.415.886 terrealisasi Rp114.611.541.167 atau sebesar 109,99 persen.

Diakui Reni, ada pajak tidak tercapai target seperti pajak Air Permukaan yang ditargetkan Rp585.584.115, tapi yang terealisasi hanya Rp2554.981.074 atau sebesar 55,72 persen. Inipun karena tunggakan wajib pajak yang belum dibayar.

“PAD ini tidak mencapai target karena ATB salah satu wajib pajak yang kontribusinya cukup besar, ternyata tidak membayarkan hutang ke Pemrov Kepri. Itu pun karena adanya perubahan Pergub yang mengatur teknisnya,” jelas Reni.

Reni sangat berharap agar, masyarakat semakin sadar pajak, khususnya pajak kendaraan. Dengan tertib dan bijak bayar pajak kendaraan, sebut Reni, akan berimbas pada penerimaan sektor pajak, sehingga pemerintah dapat menggunakan pendapatan tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan percepatan pembangunan di Provinsi Kepri.

“Peningkatan capaian pajak ini salah satu indikator adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, khususnya pada pajak kendaraanna,” katanya.

Meski capaian target pajak sudah sangat bagus, namun dia akan terus meningkatkan kinerja dan pelayanan agar persentase capaian makin tinggi. Lagi pula, sambungnya l, apabila wajib pajak terlambat atau membayar pajak lewat dari waktu yang telah ditentukan, maka akan ada denda hingga merugikan wajib pajak.

“Tahun lalu juga kita sudah membuat kebijakan-kebjakan untuk memberi kemudahan bagi wajib pajak,” katanya. (*)



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *