oleh

Sudah Dua Kali Ditunda, DPRD Kepri Tetap Lanjutkan Paripurna Meski Minim Anggota

Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Paripurna tentang Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kepri Terhadap Ranperda Tentang Bangunan Berciri Kas Melayu hanya dihadiri 14 anggota Dewan, Senin, (08/04). Namun Peripurna tetap dilanjutkan, karena tidak terkait pengambilan keputusan. Kemudian paripurna dengan agenda tersebut juga sudah dua kali ditunda.

“Kebetulan seluruh Fraksi sudah menyampaikan bahwa paripurna dapat dilanjutkan, minus satu Fraksi, yaitu PKB, dan fraksi PKB sudah menyampaikan tadi bahwa pandangan Fraksi mereka ke Sekwan. Untuk itu paripurna dapat dilanjutkan,” kata Jumaga saat memimpin sidang seraya mengetuk palunya.

Kemudian Jumaga bertanya kepada perwakilan Fraksi yang hadir apakah pandangan umum fraksi dibacakan atau diserahkan saja. Lalu fraksi sepakat diserahkan saja karena isinya sudah sama-sama diketahui.

Kemudian disepakati bahwa akan dilanjutkan agenda paripurna selanjutnya satu minggu setelah pemilu, yaitu pada Senin, (22/04) dengan agenda Jawaban Pemerintah Atas Pandangan Fraksi.

“Sekaligus pembentukan panitia Khusus (Pansus) atas Ranperda tersebut. Demikian parupurna kita tutup, ” kata Jumaga.

Usai paripurna, kepada awak media Jumaga menjelaskan anggota yang tidak hadir karena izin kampanye dan sosialisasi. Karena itu juga hak azazi mereka.

“Jadi anggota Dewan sekaligus anggota partai itu berkewajiban memberikan sosialisasi Pilpres dan Pileg kemasyarakat, karena kita juga berasal dari sana,” terang Jumaga.

Paripurna tersebut sebenarnya sudah diundurkan dua kali karena tidak cukup anggota yang hadir, yaitu pada Senin, (01/04), Kamis, (04/04), dan yang ketiga ini tetap dilanjutkan.

Terkait apakah perlu diambil sikap BK, Jumaga mengatakan tidak perlu. “BK itukan jika tiga kali berturut-turut tidak hadir di Paripurna, dan tidak ada izin,” jelas Jumaga.

Wakil Gubernur Kepri, Isdianto. Yang juga hadir, kepada wartawan mengatakan bahwa dilanjutkan paripurna tadi kerena sudah disetujui fraksi dan tidak ada yang terkesan dipaksasan.

“Tidak ada yang dipaksakan. Semua oke. Kalau dipaksakan tentu semua interupsi. Tadi tidak ada yang interupsi kan,” kata Isdianto.

Wartawan: Munsyi Untung
Editor: Ikhwan



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *