oleh

Ribuan Warga Tumpah Ruah, Festival Moon Cake Berlangsung Meriah

Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Ribuan warga tumpah ruah di Jalan Merdeka Kota Lama, Sabtu (14/09/2019) malam. Kedatangan mereka tak lain untuk mengikuti Festival Moon Cake yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang.

Festival tersebut rutin dilaksanakan tiap tahun. Kali ini pelaksana mengangkat tema “Menjaga Harmonisasi dalam Keberagaman”. Warga yang hadir pada acara tersebut mayoritas warga tionghoa.

Wakil Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP mengharapkan masyarakat Tanjungpinang dapat mengapresiasi budaya yang dimiliki yang ada di Kota Tanjungpinang seperti Festival Moon Cake ini.

“Budaya ini harus terus dilestarikan dan disini juga disajikan berbagai kesenian baik kesenian pola hidup, sampai pada makanan khas daerah,” kata Rahma.

Rahma juga menjelaskan bahwa dengan adanya Festival Moon Cake ini dapat memberikan kesempatan bagi para generasi muda untuk dapat mengenal tradisi yang sudah ada sejak dahulu.

”Saya sangat mengharapkan agar kegiatan Festival Moon Cake ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan sebagai upaya penguatan budaya lokal dan sebagai jati diri masyarkat,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Drs. H. Surjadi, MT menyebutkan masyarakat Tanjungpinang sangat majemuk, banyak suku bangsa yang mendiami kota yang terletak di Pulau Bintan ini.

Salah satunya adalah etnis Tionghoa yang sangat dominan dan berpengaruh dalam sektor perekonomian. Masyarakat Tionghoa yang di Kota Tanjungpinang ini juga melestarikan budayanya, salah satunya adalah moon cake (kue bulan).

“Festival ini sudah selazimnya dijaga dan dilestarikan karena merupakan warisan nilai budaya Tionghoa, selain itu juga diharapkan mengundang ketertarikan wisatawan asing dan domestik untuk datang menyaksikannya,” ungkap Surjadi

Surjadi juga menjelaskan, Festival Moon Cake atau Kue Bulan merupakan tradisi turun temurun etnis Tionghoa diseluruh penjuru dunia. Moon Cake dirayakan setiap tahun menyambut bulan purnama. Festival yang pertama kali digelar di Kepri ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam melestarikan tradisi masyarakat Tionghoa.

“Ada strategi untuk mengembangkan pariwisata agar berdampak langsung bagi masyarakat sekaligus mendongkrak kunjungan wisatawan, membangun pariwisata berbasis budaya dengan atraksi dan merancang pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat,” ungkap Surjadi.

Tak hanya sekedar belanja kue bulan, pengunjung yang datang ke Festival Moon Cake ternyata juga antusias untuk menyaksikan atraksi barongsai yang menjadi ciri khas dari etnis Tionghoa. Festival Moon Cake diikuti oleh kelompok Usaha Kecil Menengah (UKM) Tanjungpinang. Mereka menempati beberapa stand yang disediakan oleh panitia.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum Peradi Kota Tanjungpinang, H. M. Agung Wira Dharma, SH, Anggota DPD RI, Haripinto Tanoewidjaja, Unsur FKPD, Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Kepala OPD, Organisasi Tionghoa Kota Tanjungpinang dan Tokoh Masyarakat Tionghoa. (*)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *