Categories: KEPRI TANJUNGPINANG

Ditolak di PN Tanjungpinang, MAKI Akan Kembali Praperadilankan Kejati Kepri

Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang telah memutuskan hasil sidang Praperadilan terhadap Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri atas dugaan mengkraknya kasus korupsi pengadaan perumahan Anggota DPRD Natuna, Senin (14/10/19) di PN Tanjungpinang.

Sidang putusan tersebut dibacakan oleh Hakim Tunggal PN Tanjungpinang, Guntur Kurniawan. Dalam hal ini setelah melalui berapa kali sidang, akhirnya Gunawan memutuskan untuk menolak praperadilan dari MAKI.

Humas PN Tanjungpinang Santonius Tambunan menyampaikan, gugatan praperadilan dari MAKI melawan Kejati Kepri sebagai termohon I, KPK termohon II, BPK sebagai turut termohon I dan BPKP sebagai turut termohon II sudah diputus hari ini.

“Intinya adalah mengabulkan eksepsi atau sanggahan dari temohon II dalam hal ini KPK, dalam hal ini pemohon salah pihak yaitu error in persona atau keliru mengenai orang yang dimaksud,” jelasnya.

Bahkan, Santonius menambahkan, hakim mengabulkan eksepsi ini dengan mempertimbangkan bahwa terkait praperadilan yang diajukan kepada Kejati Kepri ini yaitu masalah penghentian penyidikan secara diam-diam perkara tindak pidana korupsi itu kapasitasnya masih di Kejati Kepri dan belum ada peran serta KPK.

Kemudian dalam pokok perkara ini menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima, dan pemohon membayar biaya sebesar Rp0 atau nihil.

Disinggung terkait pemohon dalam hal ini MAKI akan mengajukan gugatan lagi di Jakarta Selatan. “Itu silahkan saja. Artinya ada hal-hal yang dirasakan belum puas dan ingin mengajukan lagi dalam bentuk praperadilan atau lainnya tidak ada larangan,” jawabnya.

Santonius menjelaskan, pengadilan sifatnya menerima, memproses dan mengadili perkara. “Jadi kita tunggu kalau memang ada niatan untuk mengajukan lagi dan kita akan proses lagi sesuai SOP kita,” tegasnya.

Ia menambahkan, dalam perkara ini tidak ada Intervensi dari siapapun. Ini sudah jelas menurut fakta yang ada di persidangan.

“Hakim profesional dalam mempertimbangkan secara komprehensif dari awal sampai akhir sebagaimana putusan hari ini,” tegasnya lagi.

Sebelumnya, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) selaku pemohon, Boyamin Saiman juga menyampaikan bahwa praperadilan yang diajukan oleh pihaknya di tolak.

“Ditolak dengan alasan ditujukan juga ke KPK, sementara penyidiknya dalam perkara ini adalah hanya Kejati, kebanyakan pihak katanya. Sikap saya mengikuti, berarti yang saya gugat hanya satu saja yaitu Kejati Kepri saja nanti dua minggu lagi,” ucapnya.

Wartawan: Amri
Editor: Roni