oleh

Oknum Guru di SMPN 10 Tanjungpinang Lakban Mulut Muridnya Saat Jam Pelajaran


Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Kasus siswa kelas 7 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 10 Tanjungpinang yang diberhentikan menjadi sorotan. Ternyata siswa tersebut pernah dilakban mulutnya saat jam pelajaran berlangsung di kelasnya.

Hal itu terungkap saat orang tua murid, Hendy, Selasa (25/2/2020) menghadiri mediasi dengan pihak sekolah dan beberapa guru termasuk oknum guru yang melakukan, pihak Disdik kota, KPPAD Kepri.

Atas perbuatan oknum guru tersebut, Hendy mengaku tidak terima apa yang telah dilakukan kepada anaknya. Menurutnya, semua orang tua di dunia ini tidak terima kalau anaknya diperlakukan seperti itu.

“Saya rasa di dunia ini tidak ada orang tua yang mau anaknya diperlakukan seperti itu,” ujarnya.

Dia menyayangkan tidak adanya teguran dari pihak sekolah dalam hal ini kepala sekolah untuk menegur oknum guru tersebut di dalam diskusi tadi.

“Cuma dari pihak sekolah sebagai pimpinan buk Endang tidak ada sedikitpun komentar untuk menegur oknum guru tersebut,”

Dia menegaskan, perbuatan yang dilakukan oleh oknum guru itu tidak diterima. “Jelas saya tidak terima,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Oknum guru yang diketahui mengajar mata pelajaran IPS tersebut mengakui perbuatanya. Namun, itu dilakukan bukan tanpa alasan.

Dia mengatakan, memang anak tersebut punya kemampuan belajar. Tetapi, didalam proses belajar mengajar tidak menghargai orang termasuk gurunya sediri.

“Dia tak menghargai orang, apa lagi saya sudah tua. Kita terangkan, kita ajarkan dia (anak) kerjanya bermain, tidur dan menganggu kawan kelasnya. Kalau hanya tidur saja mungkin saya tidak permasalahkan. Terganggu betul saya pak,” ucapnya kepada orang tuanya.

Dia mengaku, selalu menasehati agar tidak ribut atau menganggu teman-temannya saat belajar dan cukup hanya diam saja di kelas.

“Saya selalu bilang ke dia untuk diam. Tolong diam, kamu diam saja jadilah, tak kamu dengarkan tak apalah, kamu diam aja dan jangan menganggu,” jelasnya.

Menuritnya, hampir setiap hari anak bapak seperti itu dan terakhir dia memperingatkan kembali agar tidak ribut.

“Saya peringatkan lagi agar tidak ribut tapi tetap juga gak mengerti dan ribut lagi, saya capek. Makanya itu saya suruh anak murid yang lain untuk meminjamkan lakban ke TU dan saya juga bertanya sama anak-anak gimana kalau kita lakban dan kawan-kawannya bilang iya, dan sianak sempat lari dan akhirnya dapat dan kita lakban lah mulutnya,” ungkapnya.

Sesudah itu, lanjutnya, tidak lama kemudian lakbanya itu dibuka. “Gak lama loh pak, gak sampai satu jam sudah dibuka lakbannya,” ucapnya.

Sementara, Kepala SMPN 10 Tanjungpinang, Endang Susilowati menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan yang dilakukan tenaga pengajarnya itu.

“Atas perbuatan guru saya mohon maaf. Tetapi guru saya melakukan itu karena kenakalan si anak sudah berulang-ulang,” katanya.

Karena sudah berulang-ulang dan untuk menghindari supaya tidak ribut dilakbanlah murud tadi. Itupun tidak lama, cuman 10 atau 20 menit saja.

Terkait ini, dia mengaku pihak sekolah sudah melakukan teguran kepada oknum guru tersebut agar tidak mengulangi hal yang sama.

“Saya sudah tergur guru saya itu. Jangan diulangi lagi ya buk, iya kata guru tersebut,” tutupnya.

Wartawan: Amri
Editor: Ikhwan



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *