oleh

Efek Covid 19, Nasib Nelayan Tragis


Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia (LKP) Kepri bersama DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Lingga merasa sedih melihat nasib para nelayan akibat dampak Covid 19.

Pasalnya saat ini hasil perikanan tangkapan Nelayan tidak bisa dijual keluar kota, bahkan pintu ekspor juga tertutup.

Direktur LKPI Kepri, Rudi Susanto mengatakan, serangan Covid-19 sangatlah mematikan bagi saudara-saudara kita para nelayan yang hanya mengandalkan hasil tangkapan ikan.

“Ikan-ikan tidak laku dipasaran dan pintu ekspor yang biasanya ke Singapura, Malaysia dan Hongkong juga ditutup sementara ini,” ujar Rudi, kepada KepriDays.id, Selasa, (06/04/020).

Bahkan, Rudi mengatakan, LKPI sudah mendapatkan keluhan dari nelayan Lingga dan Natuna. Mereka sangat membutuhkan solusi dari Pemerintah.

“Kami harapkan Pemerintah Provinsi Kepri ikut turun tangan segera mencarikan solusi mengatasi masalah perekonomian nelayan Kepri ini, tidak hanya fokus pada Bidang Kesehatan saja,” harap Rudy Susanto.

Sementara Ketua DPC HNSI Kabupaten Lingga, Distrawandi yang akrab disapa Wandi mengatakan, akibat efek dari Covid 19, harga ikan hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Lingga betul-betul merasakan dampak yang sangat menyedihkan.

Sekarang ini, tambahnya, bukan hanya harga ikan yang anjlok, tapi tidak laku dijual keluar karena dampak virus corona.

“Saya sebagai Ketua DPC HNSI Lingga sangat mengharapkan adanya campur tangan Pemerintah mencarikan solusi untuk mengatasi masalah ini. Jika tidak ada solusi, maka kami para Nelayan bisa mati duluan walaupun tidak kena virus,” keluh Wandi.

Seirama dengan Rudi dan Wandi, Ketua Koperasi Nelayan Maritim Natuna, Al Izhar menambahkan, Corona bikin Nelayan merana.

Sungguh luar biasa dampak yang terjadi akibat virus corona ini, sampai harga ikan nelayan Natuna bukan hanya murah malahan hampir tidak akan laku di jual.

Saat ini, lanjutnya, banyak pabrik cold storage ikan yg mengeluh dan pasar ekspor banyak yang ditutup. Entah sampai kapan ini terjadi, padahal ini memasuki musim teduh.

“Inilah yang dialami nelayan Natuna umumnya, khususnya kami di sedanau. Nelayan ingin mengadu pada siapa saat ini. Pemerintah seolah tak dengar jeritan nelayan, tuk solusi apa yang harus kami lakukan. Apalagi sebentar lagi sudah dekat ramadhan, itu yang terpikirkan oleh nelayan saat ini. Semoga Pemerintah bisa memberikan solusi yang terbaik bagi nelayan,” harap Al Izhar, yang juga pengurus LKPI Kepri, sebagai Wakil Direktur Bidang Investasi dan Hubungan Luar Negeri.

Wartawan: Munsyi Untung
Editor: Roni



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *