oleh

Korupsi Monumen Bahasa, Arifin Nasir Divonis 6 Tahun Penjara


Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Tiga orang terdakwa kasus korupsi proyek monumen bahasa di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri divonis berbeda oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (6/4/2020).

Ketiga terdakwa yakni mantan Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Provinsi Kepri Arifin Nasir, Direktur CV. Rida Djawari Muhammad Yaser dan Direktur PT. Sumber Tenaga Baru (STB) Yunus.

Arifin Nasir divonis enam tahun penjara dan denda sebanyak Rp200 juta subsider dua bulan kurungan. Selain itu, dia juga divonis membayar Uang Pengganti (UP) Rp197 juta, jika tidak mampu membayarnya maka diganti dengan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara.

Kemudian, Muhammad Yaser divonis enam tahun penjara dan denda Rp200 juta. Terdakwa juga dikenakan membayar UP Rp1,96 miliar, jika tidak mampu membayar maka diganti dengan dua tahun penjara.

Sedangkan, Yunus divonis empat tahun penjara dan denda Rp200 juta serta subsider tiga bulan kurungan.

“Ketiga terdakwa terbukti secara bersama-sama melakukan tidak pidana korupsi,” ujar Ketua Majelis Hakim, Guntur Kurniawan didampingi hakim anggota, Suherman dan Jonni Gultom dalam sidang.

Ketiga terdakwa terbukti melanggar pasal 2 ayat 1 Junto Pasal 18 Junto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagai mana diubah dengan UU nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Atas vonis tersebut, ketiga terdakwa mengatakan fikir-fikir selama tujuh hari.

Sebelumnya, Ketiga terdakwa kasus korupsi proyek monumen bahasa di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri dituntut berbeda oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Kepri, Sukamto. Pasa sidang tuntutan yang digelar Senin (23/3/2020) lalu di PN Tanjungpinang.

Terdakwa Arifin Nasir dituntut 6 tahun 6 bulan penjara, denda Rp200 juta dan subsider 3 bulan kurungan. Dia juga dituntut membayar uang pengganti Rp150 juta, jika tidak mampu membayar maka diganti dengan 3 tahun 3 bulan penjara.

Lalu, terdakwa Muhammad Yaser dituntut 8 tahun penjara, denda Rp200 juta. Terdakwa juga dikenakan membayar uang pengganti Rp1,9 miliar, jika tidak mampu membayar maka diganti dengan 4 tahun penjara.

Sedangkan, terdakwa Yunus dituntut 4 tahun 6 bulan, denda Rp200 juta dan subsider 3 bulan kurungan. Terdakwa juga dituntut membayar uang pengganti Rp66,6 juta, jika tidak mampu membayar maka diganti dengan 2 tahun 3 bulan penjara.

Wartawan: Amri
Editor: Ikhwan



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *