oleh

Didatangi Puluhan Warga Terkait Lonjakan Tarif, Ini Jawaban Pihak PLN Tanjungpinang

Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Puluhan warga Kota Tanjungpinang mendatangi Kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Kota Tanjungpinang di jalan Ir Sutami, Suka Berenang, Kota Tanjungpinang, Senin (8/6/2020) sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka protes tagihan listrik yang melonjak berlipat-lipat.

Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Tanjungpinang, Suharno mengatakan, kedatangan warga tersebut adalah hal yang wajar untuk mengetahui atau memastikan kenapa tagihan listriknya melonjak. Dia pun mempersilakan warga untuk datang bila bermasalah terkait tagihan listrik.

“Silahkan masyarakat atau pelanggan datang ke kantor. Nanti kita akan jelaskan dengan rinci,” ujar Suharno.

Dia menjelaskan, terjadinya lonjakkan tagihan listrik pada bulan Juni sebagian pelanggan dikarenakan tagihan rekeningnya adalah ditaksir atau memakai rata-rata tiga bulan sebelumnya yakni Desember 2019 sampai Februari 2020 dipakai acuan.

Pengambilan rata-rata ini diakibatkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau work from home (WFH) yang menyebabkan petugas PLN tidak dapat melakukan pembacaan langsung ke rumah-rumah pelanggan.

“Nah, ketika ada PSBB, work from home atau yang kebanyakan aktivitas di rumah secara tidak kita sadari memakai listrik itu meningkat,” katanya.

Dia mengakui, pada April-Mei 2020 pencatatan yang dilakukan oleh pihaknya tidak 100 persen dilakukan. Bukan berarti tidak mencatatat 100 persen, tetapi dijamin 30 pesen dicatat dan sisanya diperkirakan.

Kemudian, di akhir Mei 2020 pihaknya catat semuanya karena melihat dari pantauan kebayakan pemakaian masyarakat itu meningkat. Nah, ketika dicatat dengan dipoto dan itulah yang muncul di bulan Juni ini terjadi lonjakan. Dari permasalahan tersebut, PLN memberikan solusi dengan menyiapkan skema untuk mengatasi hal tersebut.

Bagi pelanggan yang mengalami kenaikkan tagihan rekening bulan Juni 2020 diatas 20 persen dari rekening bulan Mei 2020 maka, PLN memberikan solusi dengan cara 40 persen selisih rekening Juni 2020 terhadap rekening Mei 2020 ditagih pada rekening bulan Juni 2020. Sedangkan, sisanya sebesar 60 persen dapat dicicil 3 bulan yang dimulai pada rekening bulan Juli 2020.

“Skema ini kita buat agar dapat memudahkan pelayanan bagi pelanggan yang mengalami lonjakkan tagihan,” jelasnya.

Pelanggan, lanjutnya, dapat melaporkan melalui sarana resmi PLN situs www.pln.co.id, Contact Center PLN 123 atau melalui Handphone (Kode Area)+123 dan bisa juga melalui aplikasi PLN Mobile.

Pada saat menyampaikan laporan, pelanggan dimohon untuk menginformasikan angka stand meter pada saat melapor. Bisa juga pelanggan datang langsung ke Kantor ULP terdekat dengan membawa foto stand meter.

“Yang perlu kita pahami bersama bahwa tarif PLN tidak ada kenaikan. Kemudian, kalau ada lonjakan kepada pelanggan ayok sama-sama kita cek,” tutupnya.

Wartawan: Amri
Editor: Ikhwan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.