oleh

Tambang Pasir Ilegal Marak di Gunung Lengkuas, Lurah: Kami Sudah Ingatkan Tapi Mereka Tetap Beroperasi


Bintan, KepriDays.co.id -Penambangan pasir ilegal marak di kawasan pemukiman warga RW 02, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. Aktivitas pertambangan ini sudah beroperasi sejak awal tahun 2020.

Informasi yang dihimpun, pasir hasil dari hasil menbang itu dijual ke pemasok atau penampung seperti pemilik toko bangunan di kawasan Bintan dan Kota Tanjungpinang.

Salah satu warga setempat, Fahrim mengatakan, aktivitas penambang pasir yang dilakukan di pemukiman warga tersebut sudah sering dilaporkan ke pihak Ketua RT dan Ketua RW Gunung Lengkuas. Namun, hingga saat ini para penambang tersebut masih terus melakukan aktivitasnya.

“Truk-truk pengangkut pasir setiap hari lalu lalang di depan rumah kami, kami sudah laporkan hal ini ke RT/RW sini,” ujar Rabu (24/6/2020) kemarin.

Terpisah, Lurah Gunung Lengkuas, Waliyar Rachman menyampaikan, penambangan pasir diduga ilegal itu sudah dilakukan peninjauan oleh pihaknya, menyurati dan memanggil pihak penambang.

“Kami sudah ada tinjau lokasi, panggil pihak tambang dan sudah kami surati juga,” ujarnya, Kamis (25/6/2020) saat dikonfirmasi.

Sampai saat ini memang belum ada tanggapan dari pihak tambang. Mereka tetap melaksanakan aktivitasnya.Langkah selanjutnya, pihaknya akan menyurati dinas terkait di Provinsi Kepri. Sebab, dinas terkait yang punya wewenang.

“Kami bakal menyurati dinas terkait karena disana yang punya wewenang. Dinas pertamnagan ini kan sudah ada di Provinsi, kita di Kabupaten tidak ada lagi,” tutupnya.

Wartawan: Amri
Editor: Ikhwan



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *