oleh

Hari Anak Nasional, Momentum Gembira di Rumah

Oleh: Lutfi Humaidi
ASN Kementerian Pertanian dan Asisten KPAI 2010-2017

KepriDays.co.id-Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2020 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Acara dan kegiatan besar seperti peringatan HAN serta seluruh aktivitas masyarakat diharuskan mengikuti protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 yang sedang terjadi hampir di semua negara termasuk Indonesia. Anak yang memang masih dalam usia rentan sangat penting untuk mendapatkan perlindungan dan pemenuhan hak agar masa depan anak tetap terjamin dan selamat dari Covid-19.

Meskipun tidak menjadi sebuah hari libur Nasional, namun Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada tanggal 23 Juli ini telah ada dan disahkan sejak tahun 1984 yang dicetuskan oleh Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto. Sampai saat ini rutin dan selalu dirayakan dengan mengangkat tema berbeda setiap tahunnya. Pada tahun 2020 ini, tema yang diangkat adalah “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” dengan tagline #AnakIndonesiaGembiradiRumah.

Di masa pandemi Covid-19 peringatan HAN adalah momentum untuk meningkatkan kepedulian semua penanggungjawab, baik orangtua, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media massa dan pemerintah terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak. Melalui kepedulian dalam menghormati, menghargai, dan menjamin hak-hak anak tanpa diskriminasi, serta memastikan segala hal yang terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan 79,55 juta anak Indonesia secara optimal (Profil Anak Indonesia 2019 di laman kemenpppa.go.id).

Peringatan HAN dapat dimaknai sebagai kepedulian seluruh bangsa Indonesia terhadap perlindungan anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal, dengan mendorong keluarga Indonesia menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan kepada anak. Upaya ini akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia, dan sejahtera.

Upaya pemenuhan dan perlindungan hak anak dalam masa pandemi Covid-19 menghadapai beberapa tantangan. Beberapa dampak negatif dari pandemi Covid-19 bagi anak antara lain terbatasnya hak pendidikan, belum optimalnya hak Kesehatan, meningkatnya kekerasan baik verbal maupun non verbal, berkurangnya kesempatan anak untuk bermain, dan berkreasi akibat diterapkannya kebijakan jaga jarak maupun belajar di rumah. Oleh karena itu, sudah tepat seluruh kegiatan dalam rangkaian dan acara peringatan HAN 2020 didisain untuk mewujudkan anak Indonesia gembira di rumah.

Gembira di Rumah
Resep Gembira menurut pemerhati anak Seto Mulyadi atau biasa dipanggil dengan Kak Seto adalah singkatan dari Gerak, Emosi cerdas, Makan dan Minum sehat, Beribadah dan Berdoa, Istirahat, Rukun dan Ramah, serta Aktif. Resep tersebut sangat tepat untuk dikembangkan dan diterapkan oleh keluarga pada anak saat ini di rumah mengingat selama masa Covid-19 anak dalam menjalankan semua aktivitasnya dilakukan dari rumah.

Gembira di rumah dapat menumbuhkan energi positif untuk diterapkan selama masa di rumah mengantisipasi penyebaran wabah virus Corona. Selama masa di rumah saja, anak tetap bisa bergerak, di antaranya bermain, berolahraga, belajar, beribadah, melakukan pekerjaan rumah seperti menjaga kebersihan rumah, berkebun di halaman dan lainnya bersama keluarga, Jadikan kesempatan selama berada di rumah bersama keluarga untuk memupuk keharmonisan, komunikasi dan mempererat kebersamaan yang selama ini terlupakan.

Selama masa di rumah saja orang tua bisa menjadi guru sesuai dengan tren kekininan yakni penuh dengan kreativitas dan menciptakan suasana yang nyaman dalam belajar. Hal itu bertujuan agar anak tidak stres belajar di rumah karena cara mengajar orang tua yang kemungkinan kurang sabar. Para orang tua juga harus mengedukasi anak-anaknya untuk menjaga kesehatan terkait etika saat batuk dan bersin serta menjaga kesehatan. Hendaknya ketika bersin untuk menutup dengan siku bagian dalam, sering-sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir.

Apabila memang terpaksa harus keluar rumah maka biasakan untuk selalu menggunakan masker dan menjaga jarak dengan orang lain satu hingga dua meter. Dengan cara edukatif dan kreatif yang dimulai dari sinergi dalam keluarga, penularan virus corona dapat ditekan. Ayah, Ibu dan anak-anak dengan potensinya, bersinergi menjadi satu untuk bisa memenangkan upaya melawan virus corona ini. Mari bersama gembirakan anak di rumah.

Keluarga sebagai Kunci Utama
Anak merupakan potensi dan penerus cita-cita perjuangan bangsa yang memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang memerlukan perlindungan dalam rangka menjamin pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental dan sosial secara utuh. Dalam mengawal potensi anak, orang tua (Ayah dan Ibu) wajib dengan penuh dedikasi dan keikhlasan hati harus melaksanakan tanggung jawab ini dan memastikan semuanya terpenuhi.

Peran keluarga sangat penting sebagai pihak utama dan pelaku pertama pada misi pemenuhan hak dan perlindungan anak khususnya di tengah pandemi Covid-19. Pemenuhan hak dan perlindungan anak prosesnya tidak cukup hanya memastikan keamanan dan keselamatan fisik anak saja, melainkan juga melakukan pemeliharaan, pembimbingan, pembinaan, pendidikan dan memastikan hak-hak anak baik fisik maupun psikis benar-benar terpenuhi dengan baik dan maksimal dalam tumbuh kembangnya.

Orang tua di masa pandemi menghadapi beberapa tantangan baru seperti perubahan rutinitas yang signifikan, kesulitan interaksi, kesulitan psikososial dan ekonomi, manajemen emosi dan energi, ketidakpastian masa depan, serta adaptasi terhadap teknologi. Relasi kuasa dalam keluarga harus mulai dikikis guna menghadapi sejumlah tantangan tersebut dengan tidak memosisikan diri orang tua dengan anak sebagai atasan dan bawahan. Orang tua juga perlu melibatkan anak dalam berdiskusi dan menjadi sahabat bagi anak.

Orang tua dan seluruh anggota keluarga bertanggungjawab membangun iklim positif di rumah. Memberi pujian dan apresiasi, menjadi pendamping yang baik, menjadi pendengar yang baik, menghargai privasi anak, dan meyakinkan bahwa orang tua peduli. Orang tua juga perlu memberi ruang gerak anak, meningkatkan rasa percaya diri anak serta menjadi inspirasi dan panutan bagi anak.

Pandemi Covid-19 berdampak juga terhadap pemenuhan kebutuhan keluarga, jika kebutuhan keluarga tidak mampu termenej secara baik biasanya konflik anggota keluarga akan terjadi. Untuk itu, orang tua harus mengelola diri, penyelesaiannya tentu melalui komunikasi. Menghadapi hal baru pastinya banyak membutuhkan adaptasi di rumah, tetapi semuanya bisa diselesaikan dengan kasih sayang, komunikasi, dan terus belajar. Walaupun keadaan sekarang serba sulit harus diingat gembira bersama keluarga di rumah menjadi hal yang utama untuk menghadapinya bersama.

Orang tua juga diharapkan mampu memberikan edukasi bagi anggota keluarga lain yang ada dalam rumah agar terlibat secara proporsional dalam perlindungan anak selama masa tumbuh kembangnya, karena keluarga disini juga menjadi stimulus internal, baground awal, dan tempat pertama yang akan mewarnai seorang anak, memberikan kesan kehidupan pertama kali pada anak, dan pembentuk karakter pertama kali pada anak sebelum kemudian mereka keluar ke lingkungan yang lebih luas.

Mari lakukan pemenuhan hak dan perlindungan anak, menyayangi, membuat gembira, memberikan cinta kasih, dan membersamai anak-anak dalam tumbuh kembangnya, karena anak-anak adalah aset bangsa. “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”.

#AnakIndonesiaGembiradiRumah. SELAMAT HARI ANAK NASIONAL!!



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *