oleh

Tak Pakai Masker, Puluhan Warga di Tanjungpinang Didenda Rp50 Ribu dan Kerja Sosial

Tanjungpinang, KepriDats.co.id -Penerapan Peraturan Walikota (Perwako) Tanjungpinang tentang Protokol Kesehatan, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tanjungpinang melakuan razia tidak memakai masker, Senin (16/11/2020) pagi.

Razia gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI-Poliri, Dishub dan lainnya itu, dilaksanakan di dua titik yakni di jalan Masjid dan Agus Salim, Tanjungpinang.

Kasatpol PP, Hantoni melalui Kepala Bidang (Kabid) Penegak Peraturan Perundang Undangan-Undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Kota Tanjungpinang, Wambok Malilu memgatakan, mulai hari ini pihaknya mulai penerapan untuk sanksi dari Perwako tersebut.

Mulai hari ini pihaknya menegakkan sanksinya dan untuk teguran lisan maupun tertulis sudah selesai dillaksanakan pada saat sosialisasi bulan lalu dan sekarang pihaknya melaksanakan sanksinya untuk perorangan yakni denda Rp50 ribu atau kerja sosial bagi yang tidak memakai masker.

“Untuk masalah sosialisasi dan teguran lisan dan tertulis sudah selesai dan mulai hari ini masuk ke sanksi denda adiminstrasi dan kerja sosial,” ujarnya, saat razia di jalan Agus Salim.

Untuk jumlah total warga yang terjaring dia mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa. Namun, untuk di jalan Agus Salim sudah ada sekitar puluhan orang.

“Untuk Sementara belum kita hitung berapa totalnya dan yang di jalan Masjid saya belum tau. Tetapi yang di jalan Agus Salim sudah ada 20 orang lebih yang kena denda Rp50 dan sekitar 10 orang sanksi kerja sosial,” jelasnya.

Menurutnya, denda administrasi Rp50 tibu ini akan dilakukan kelipatan. Misalnya, kalau besok ketemu lagi menjadi Rp100 dan ketemua lagi menjadi Rp150 dan seterusnya. Sedangkan, untuk kerja sosial ini selama 60 menit membersihkan Fasislitas Umum (Fasum).

Untuk penerapan sanksi ini, kata dia, akan dilaksanakan selama 30 hari kedepan yang dimulai pada hari ini.

“Untuk sementara sebulan dulu, kalau Covid-19 meningat lagi maka akan dilanjutkan,” ucapnya.

Dia juga mengatakan, untuk penerapan Perwako terhadap pelaku usaha akan digelar malam.

“Ini kita di jalan-jalan dulu, untuk tempat usaha nanti malam,” tegasnya.

Sementara, Fahrul Aji, salah seorang warga Ganet yang terjaring razia mengaku tidak keberatan akan sanksi yang diberikan.

“Kita dikasih milih denda Rp50 ribu atau kerja sosial, saya pilih kerja sosial. Intinya saya gak keberatan sih karna inikan salah kita,” ucapnya

Dia menjelaskan, awalnya dirinya mau jemput kawannya di Pelabuhan SBP Tanjungpinang, tiba di jalan Agus Salim dirinya terjaring tidak pakai masker.

“Maskernya ada sih cuma kebetulan gak pakai, saya tadi mau jemput kawan di pelabuhan,” jelasnya.

Wartawan: Amri
Editor: Ikhwan



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *