oleh

Luncurkan ATM Beras Ke-5 di Mesjid Agung Al-Hikmah, Rahma: Berbagi Kepada yang Membutuhkan

Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tanjungpinang kembali meluncurkan atau launching ATM Beras yang ke lima, Senin (14/12/2020) di Masjid Agung Al- Hikmah Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri.

Wali Kota Tanjungpinang, Rahma mengapresiasi terhadap adanya program ATM beras. ATM beras ini tentu sesuatu hal positif berbagi kepada orang yang membutuhkan.

“Alhamdulillah, hari ini kita lounching ATM beras di Masjid Agung Al- Hikmah. Ini merupakan ATM beras yang sudah ada dari beberapa Masjid di Tanjungpinang,” ujarnya usai melounching.

Menurutnya, ATM beras ini lanjutan dari pembayaran zakat dari umat Islam yang ada di Tanjungpinang terutama Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Tanjungpinang.

Pemotongan zakat bagi ASN Kota Tanjungpinang setiap bulannya sudah jalan satu tahun lebih dan sudah mengiklaskan sebagian hartanya hartanya untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya.

Dia berharap, muda-mudahan mesin ATM beras ini bermanfaat dan bisa membantu masyarakat yang membutuhkan dan masyarakat yang ingin menyumbangkan hartanya baik dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan lainnya.

Ditempat yang sama, peluncuran mesis ATM beras di Masjid Agung Al Hikmah ini merupakan yang kelima kalinya, setelah sebelumnya juga telah diluncurkan dibeberapa Masjid di Kota Tanjungpinang.

Dengan genapnya kelima ini berarti masing-masing Kecamatan atau Masjid besar se-Kota Tanjungpinang yang jumlahnya 4 Masjid sudah ada diantaranya Tanjungpinang Timur di Masjid AL-Uswah, Bukit Bestari di Masjid Al Furqon, Tanjungpinang Barat di Masjid Al-Azhar dan Tanjungpinang Kota di Masjid Khatidjah Zainal Nurul Haq, Kampung Bugis.

“Yang terakhir di periode tahun 2020 ini yaitu di Masjid Al Agung Al-Hikmah ini,” jelasnya.

Menurutnya, mesin yang sudah diluncurkan itu diberikan kesempatan kepada masing-masing pengurus masjid untuk mengelola dan menghimpun muzakki atau donaturnya yang kemudian akan disalurkan ke mustahik.

“Biasanya, diawal kita kasih stimulus satu kuwintal untuk isi ATM beras ini. Selanjutnya, kita berikan kesempatan untuk kreatif dari masing-masing pengurus dalam rangka untuk menghimpun, mengajak para muzakki atau donatur khususnya jamaah yang ada di Masjid ini untuk bagaimana bisa memberikan donaturnya, infak berupa uang atau beras secara langsung,” jelasnya.

Dia menyampaikan, untuk anggaran pengadaan per unit mesin ATM beras tersebut lebih kurang Rp40 juta sehingga totalnya Rp200 juta. Ini dari dana zakat yang terkumpul dari Basnas.

“Anggaran pengadaan ATM beras ini dari mulai harga mesin, ongkirnya dan teknisinya satu unit ATM beras ini Rp40 juta dan totalnya Rp200 juta,” ungkapnya.

Ia menambahkan, mesin ATM beras ini adalah bagian dari kreatifitas, bagaimana dana zakat itu tidak dibagikan langsung berupa uang, namun juga berupa beras. Selain itu juga untuk memakmurkan masjid.

“Apabila di Masjid ada mesin ATM beras ini, maka pembayar zakat dan penerima juga ingat salat dan memakmurkan masjid,” tutupnya.

Wartawan: Amri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *