oleh

Ancaman di Bawah 5 Tahun, Rini Pratiwi Tak Ditahan Jaksa

Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Kasus dugaan gelar palsu yang menyeret oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Rini Pratiwi sudah tahap II atau pelimpahan tersangka dan barang bukti.

Berkas pelimpahan tersangka dan barang bukti yang sudah lengkap atau P-21 dari penyidik Kepolisian Resor (Polres) Tanjungpinang ini dibenarkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) melalui Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Tanjungpinang, Wawan Rusmawan.

“Dudah tahap II (pelimpahan tersangka dan bb) sekitar jam 11.00 WIB semalam,” ujarnya.

Menurutnya, kasus tersebut tinggal menunggu disidangkan. “Untuk selanjutnya kita limpah dulu baru kita nunggu penetapan sidang,” ucapnya.

Dia mengatakan, tersangka tidak bisa dilakukan penahanan karena ancaman hukumannya hanya dibawah 5 tahun penjara. Namun, yang bersangkutan wajib lapor.

“Secara hukum ancaman 5 tahun ke atas baru ditahan, saya yakin beliau kooperatif. Tapi dia (Rini,red) wajib lapor,” katanya, Rabu (3/3/2021).

Sebelumnya, Rini Pratiwi dilaporkan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tanjungpinang-Bintan atas dugaan penggunaan ijazah atau gelar palsu ke Sat Reskrim Polres Tanjungpinang pada, Senin (9/3/2020) silam.

Gelar yang diduga palsu tesebut yakni S-2, seharusnya Rini Pratiwi menggunakan gelar Master Management (MM), tapi malah menggunakan gelar Master Managemen Pendidikan (MMPd).

Setelah itu, Rini Pratiwi ditetapkan tersangka dugaan pengunaan gelar palsu pada, Selasa (20/10/2020) lalu.

Wartawan: Amri
Editor: Roni



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *