oleh

Demi Memenuhi Kebutuhan Hidup, Nenek 74 Tahun Ini Kerja Cari Kardus

Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Anak dan suaminya telah meninggal dunia. Ia bersama menantunya terpaksa harus bekerja keras mencari uang menafkahi kedua cucunya yang sekarang duduk di bangku sekolah menengah pertama yang ada di Tanjungpinang.

Nian namanya. Usianya tak lagi muda karena sudah umur 74 tahun. Namun semangatnya menatap hidup tetap optimis.

Nian diketahui asli Padang, dia merantau ke Tanjungpinang tinggal bersama anak dan menantunya yang tinggal didaerah Kamboja sekitar 8 tahun lalu.

“Di Tanjungpinang sudah 8 tahun, ikut anak tak lama sekitar 2 tahun di Pinang anak meninggal,” ucapnya kepada KepriDays.co.id di jalan Ketapang depan Museum Kota Tanjungpinang, Rabu (14/4/2021) siang kemarin.

Semenjak anak laki-lakinya meninggal, Nian kesehariannya bekerja sebagai pengumpul Kardus. Menurutnya, pekerjaan tersebut yang bisa ia lakukan demi mencukupi kebutuhan hidup di Tanjungpinang.

“Sehari-hari ya ini, ngumpulin kardus berkas dari pagi hingga jam 3 sore, Sudah 4 tahun, Selain itu juga bantu menantu menyapu jalan,” ucapnya.

Dengan usia yang sudah tua dan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, setiap harinya bekerja keliling mencari kardus bekas.

“Usia 74 tahun, nyari kardus ke jalan-jalan tiap gang dari kamboja ke pasar sini putaran ini,” ucapnya.

Ia mengatakan, kardus yang didapatkannya nanti ada pickup menjemput ke rumah, sekarang harganya 2.600 dan ia pun berpenghasilan Rp10-15 ribu perhari dari jual kardus.

“Tidak hanya puasa ini, setiap hari-hari biasa aku jalan cari kardus,” katanya.

Sementara selama di Tanjungpinang, Nian mengaku pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah yaitu Program Keluarga Harapan (PKH), selebihnya tidak ada.

“Bantuan beras ada nak, dari PKH ada 10 kilo ikan asin itu yang ada,” jelasnya.

Kalau untuk bantuan sembako belum ada, tapi kalau di jalan namanya juga orang tua kan ada saja yang ngasih.

“Di jalan ni kadang nenek di kasih beras, mie” ceritanya.

Wartawan: Abu
Editor: Roni



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *