Dunia, KepriDays.co.id – Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr meminta seluruh sekretaris kabinet atau setara menteri untuk menyerahkan surat pengunduran diri pada Kamis (22/5).
Langkah ini diambil sebagai bagian dari “reset berani” pemerintahannya setelah pemilu tengah yang berlangsung pekan lalu, di mana banyak kandidat oposisi berhasil meraih kursi penting di Senat.
Marcos meminta agar semua sekretaris Kabinet mengundurkan diri sebagai langkah tegas untuk menyesuaikan kembali pemerintahannya, setelah hasil pemilu yang baru saja berlangsung menurut pernyataan resmi pemerintah.
“Permintaan ini bertujuan memberikan kebebasan kepada presiden untuk menilai kinerja setiap departemen dan menentukan siapa yang akan melanjutkan tugas sesuai dengan prioritas pemerintahannya yang telah disesuaikan,” lanjut pernyataan tersebut.
Setidaknya 21 sekretaris kabinet yang setara dengan menteri di Indonesia, yang dipimpin oleh Sekretaris Eksekutif Lucas Bersamin, segera menyerahkan surat pengunduran diri atau menyatakan kesiapan untuk melakukannya.
“Ini bukan soal individu, ini berkaitan dengan kinerja, keselarasan, dan urgensi,” jelas Marcos.
“Mereka yang menunjukkan kinerja baik dan terus melakukannya akan mendapatkan pengakuan. Namun, kita tidak boleh merasa puas. Masa nyaman telah berakhir,” tambanya.
Pemerintah menekankan, layanan publik akan tetap berjalan selama masa transisi, dan menambahkan bahwa dengan langkah berani ini, pemerintahan Marcos memasuki fase baru lebih fokus, lebih cepat, dan sepenuhnya fokus pada kebutuhan mendesak masyarakat.
Dengan demikian, diharapkan pengunduran diri ini akan membawa perubahan positif bagi pemerintahan dan meningkatkan efektivitas pelayanan kepada rakyat.
Editor: Roni
