Wabup Anambas Luncurkan Buku Cerita Rakyat, Angkat Nilai Budaya Daerah

Advetorial – Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian resmi meluncurkan sekaligus melakukan bedah buku cerita rakyat khas Anambas. Acara ini berlangsung di Siantanur, Tarempa, Selasa (9/9).

Peluncuran buku ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan para pegiat literasi. Pasalnya, karya ini menjadi salah satu bentuk upaya nyata dalam melestarikan budaya dan kearifan lokal Anambas yang semakin hari kian tergerus oleh perkembangan zaman.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Raja Bayu menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya melalui tulisan. Menurutnya, cerita rakyat bukan sekadar dongeng, tetapi juga menyimpan nilai moral dan sejarah yang menjadi identitas masyarakat Anambas.

“Kalau tidak ada yang mendokumentasikan, cerita-cerita rakyat ini bisa hilang begitu saja. Padahal di dalamnya ada nilai-nilai luhur yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Raja Bayu.

Buku cerita rakyat yang diluncurkan tersebut ditulis oleh seorang pemuda lokal bernama Eci. Ia merupakan anak muda Anambas yang memiliki kecintaan besar terhadap dunia literasi.

Tamu undangan saat acara peluncuran buku cerita rakyat. Foto: Yolana

Eci bercerita bahwa proses penyusunan buku ini tidak sebentar. Sejak tahun 2015, ia mulai menelusuri berbagai kisah rakyat, mewawancarai orang-orang tua, serta mendengarkan cerita turun-temurun yang masih hidup di tengah masyarakat.

Mayoritas kisah yang berhasil ia kumpulkan berasal dari Pulau Matak. Menurutnya, ada keterbatasan dalam menjangkau pulau-pulau lain karena faktor jarak, waktu, serta biaya yang tidak sedikit.

“Kalau dari Pulau Matak lebih mudah karena saya memang berasal dari sana. Kalau dari pulau lain tentu memerlukan perjalanan panjang, tenaga besar, dan dana yang cukup untuk sekali turun,” jelas Eci.

Meski demikian, Eci berharap karyanya ini bisa menjadi pintu awal bagi generasi muda Anambas untuk turut melanjutkan pencatatan cerita-cerita rakyat dari pulau lain. Ia ingin buku ini tidak berhenti pada satu edisi saja, melainkan bisa terus berkembang.

Peluncuran buku ini juga diwarnai dengan sesi bedah buku. Dalam sesi tersebut, Eci menjelaskan isi buku dan makna cerita yang ia kumpulkan. Beberapa tokoh masyarakat dan pegiat budaya turut memberikan tanggapan positif atas upaya Eci dalam mendokumentasikan warisan leluhur.

Raja Bayu menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong kegiatan-kegiatan serupa. Menurutnya, dokumentasi budaya lewat buku merupakan salah satu cara paling efektif untuk melindungi identitas lokal di tengah arus globalisasi.

“Buku ini bukan hanya untuk kita, tetapi juga untuk anak cucu kita nanti. Mereka bisa membaca dan tahu bahwa leluhur mereka punya cerita, punya kebijaksanaan, dan punya sejarah panjang,” ungkapnya.

Masyarakat yang hadir dalam acara ini terlihat antusias. Banyak di antara mereka yang baru mengetahui bahwa kisah-kisah rakyat yang dulu hanya diceritakan secara lisan kini telah terdokumentasi dalam bentuk tulisan.

Beberapa pelajar yang ikut hadir pun menyampaikan rasa bangganya. Mereka mengatakan akan lebih mudah mengenal budaya daerah jika ada buku seperti ini yang bisa dipelajari di sekolah.

Dengan hadirnya buku ini, diharapkan Anambas tidak hanya dikenal dengan panorama alamnya yang indah, tetapi juga kaya dengan cerita rakyat yang penuh nilai kehidupan. Pemerintah daerah berencana untuk mendistribusikan buku ini ke sekolah-sekolah agar dapat menjadi bahan bacaan siswa.

Eci mengaku dirinya merasa lega dan bahagia bisa menyelesaikan karya yang sudah lama ia cita-citakan. Ia berharap ke depan semakin banyak anak muda Anambas yang berani menulis dan melestarikan budaya daerah melalui karya tulis.

Peluncuran buku ini menjadi bukti bahwa meski zaman terus berubah, nilai budaya tetap bisa dijaga bila ada generasi muda yang peduli. Buku cerita rakyat karya Eci diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya lebih banyak penulis lokal yang mendokumentasikan kekayaan budaya Anambas. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *