Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tanjungpinang membongkar beton penutup saluran drainase, yang menjadi kendala kegiatan normalisasi saluran drainase di depan kios-kios di Jalan Jatayu, Kelurahan Batu IX, Kamis (17/9).
Pembongkaran dilanjutkan dengan pembuatan bak kontrol, yang ditujukan untuk memudahkan pemeriksaan dan sebagai titik akses pembersihan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Tanjungpinang, Zulkarnain mengatakan, pembongkaran tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan dan pengaduan warga yang mengeluhkan bau dan genangan air akibat saluran drainase tersumbat.
Setelah dilakukan pemeriksaan bersama perangkat kecamatan, kelurahan, pemilik kios, Komunitas Peduli Lingkungan (KPL), dan RT/RW setempat, penutup saluran drainase dibongkar.
“Penutup drainase dari beton menyulitkan pembersihan sedimen, dan pemeriksaan. Secara teknis saluran drainase tidak dapat ditutup, tanpa disertai bak kontrol. Pemilik kios juga bersedia membantu membuat penutup bak kontrol secara mandiri,” kata Zulkarnain.
Genangan air di saluran drainase tersebut juga diketahui disebabkan oleh tingginya elevasi tanah menuju saluran drainase pada jalan utama. Oleh sebab itu, lanjut Zulkarnain, untuk jangka panjang diperlukan kegiatan normalisasi saluran drainase yang lebih besar.
“Air tidak dapat mengalir ke saluran pembuangan utama, hingga air limbah tergenang. Perlu pekerjaan yang lebih besar untuk mendalamkan saluran drainase menuju saluran pembuangan utama. Sudah kita rencanakan, semoga dapat dilaksanakan akhir tahun ini,” kata Zulkarnain.
Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto mengimbau, agar masyarakat tidak menutup saluran drainase di depan rumah, warung, kios, toko secara permanen.
Teguh minta agar warga yang ingin menutup saluran drainase sebagai jalan keluar masuk pekarangan, tetap menyediakan ruang bagi pembuatan bak kontrol.
“Tujuannya agar kegiatan normalisasi atau pembersihan saluran drainase dapat dilakukan secara berkala. Jika saluran drainase ditutup secara permanen dengan beton, petugas kesulitan melakukan pekerjaan pembersihan. Kondisi seperti banyak kita temui. Tentunya perlu kerja sama, dan dukungan dari masyarakat,” ungkap Teguh.
Editor: Roni
