oleh

Sejak Ada Kolam Tamara, Warga Desa Pongkar Kesulitan Air Bersih


Karimun, Kepridays.co.id – Warga di sekitar Kolam Tamara yang berada di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing mengeluhkan tersendatnya pasokan aliran air ke rumah warga.

Menurut Marico Daily warga setempat mengatakan, tersendatnya pasokan air ke rumah warga karena adanya penutupan aliran air dari gunung ke rumah warga, dilakukan sejak beberapa minggu terakhir.

“Semenjak ada Kolam Tamara, kami susah dapat air, soalnya pipa penyaluran air kerumah-rumah kami ni ditutup sama pak Faisal yang punya Kolam Tamara,” ujarnya kepada Kepridays.co.id, Selasa (30/4/19) pagi.

Pria yang disapa Eko itu menyebutkan bahwa ia dan belasan warga lainnya sudah menggunakan air tersebut sejak puluhan tahun yang lalu.

Semenjak adanya tempat wisata Kolam Tamara ini, warga yang kesehariannya bergantung pada air yang disaluri sari gunung itu, selalu mengalami kesulitan mendapatkan air.

“Kami sudah puluhan tahun pakai air ini, kalau Kolam Tamara ini hanya beberapa tahun terahir saja. Kami seperti didengki sama yang punya kolam, air kami selalu ditutup. Kadang ditutup pakai gabus sendal, gelas minuman, kadang juga pakai kantong pelastik,” ungkapnya lagi.

Ia menambahkan, semenjak pipa aliran air dari atas bukit ditutup oleh pemilik kolam, warga sekitar kesulitan untuk mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, masak, mencuci.

Tidak hanya menutup pipa aliran air kerumah warga saja, akan tetapi pemilik kolam juga melakukan penutupan air ke masjid yang berada tak jauh dari kolam tersebut.

“Sudahlah air di rumah kami ditutup, yang lebih parahnya lagi, air untuk masjid pun ditutup juga. Seperti apa perasaan dia itu. Kalau kami protes atau kami pertanyakan soal ini, pasti jawabannya kalau dia sudah punya surat izin dan selalu itu alasannya, mentang-mentang dia ada izin, sesuka hati dia aja nutup air yang sudah puluhan tahun kami gunakan,” kata Eko.

Warga setempat mengaku sudah meminta solusi kepada Kepala Desa, akan tetapi hingga saat ini Kepala Desa setempat belum dapat memberikan solusi atas kejadian ini.

“Kami sudah coba minta solusi kepada Kades, tapi sampai sekarang belum ada titik terang dan solusi atas kejadian ini, jangan sampai ada kejadian yang tak diingini, kami yang gunakan air ini ramai, bukan satu dua orang,” pungkasnya.

Pemilik Kolam Tamara yang terletak di Desa Pongkar tersebut, diketahui milik Mantan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Karimun.

Penulis: Sari



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *