oleh

Kepala Desa Pongkar Segera Carikan Solusi Masalah Air Bersih Warga di Sekitaran Kolam Tamara


Karimun, Kepridays.co.id – Kepala Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Zahir mengatakan bahwa pihaknya mengetahui adanya penutupan dua pipa saluran air milik warga RT 02 RW 02 Desa Pongkar atau yang berada di sekitaran Kolam Tamara. Ia mengaku bahwa ada beberapa orang warga yang terkena dampak, mendatanginya untuk melaporkan permasalahan tersebut.

“Iyaa memang ada yang datang, tapikan kita tak bisa juga menuduh bahwa pengelola atau pemilik kolam yang nutup, karena memang belum ada bukti bahwa mereka yang nutup,” ujarnya saat dikonfirmasi oleh media Kepridays.co.id, Rabu (1/4/19).

Zahir menyebutkan bahwa ia sudah pernah menyarankan warga untuk datang menemui pemilik kolam, agar langsung dipertanyakan prihal tersebut.

“Saya juga sudah tanya sama pengelola dan pemilik, mereka mengaku bahwa bukan mereka yang nutup. Makanya jadi susah juga. Sementara memang ada sekitar belasan rumah bergantung pada sumber air itu, nanti coba didudukkan kembali, dan akan dicarikan solusinya seperti apa,” katanya lagi.

Ia juga mengatakan, permasalahan seperti baru pertama kali terjadi lantaran datangnya musim kemarau yang cukup panjang di Karimun, sehingga diduga pihak pemilik kolam kekurangan pasokan air.

Sementara itu salah seorang warga yang terkena dampak, bernama Marico Daily mengatakan bahwa pagi ini (Rabu) saluran air di rumahnya kembali mati.

“Pagi ini mati lagi, padahal semalam sudah jalan. Saya mau liat sekarang sampah yang masuk ke pipa masih sampah gelas bekas minuman sama kaleng bekas lagi, atau sudah berganti jadi sampah alam seperti daun-daun,” katanya.

Pria yang biasa disapa Eko tersebut menyebutkan bahwa, ada belasan rumah yang menggunakan mata air dari atas bukit yang berada tak jauh dari lokasi Kolam Tamara itu.

“Kami sudah berapa puluh tahun pakai air dari situ. Kami mau sudah coba mendaftar masuk PDAM tapi tak bisa karena lokasi rumah kami tidak terjangkau, lalu kami mau bikin sumur juga tidak mungkin, karena berdekatan denga laut dan air pasti akan terasa asin dan tidak bisa digunakan,” pungkasnya.

Ia berharap pihak Kepala Desa dapat memberikan solusi terhadap permasalahan yang saat ini terjadi.

Penulis: Sari
Editor: Ikhwan



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *