oleh

Tuntut Realisasi BLT Rp450 ribu, AMMA Demo di Mess Pemda Anambas di Tanjungpinang

Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Puluhan mahasiswa dan masyarakat Anambas yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Anambas (AMMA) melakukan aksi demo di depan Mess Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Anambas di jalan Siantan No. 77, Kelurahan Sei Jang, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Rabu (3/6/2020) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kordinator Lapangan (Korlap), Khaidir mengatakan, kedatangan mereka ke Mess Pemda Anambas itu untuk menuntut Bupati Anambas segera merealisasikan dan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp450.000 per bulan.

Hal itu, sesuai hasil keputusan rapat yang telah dilakukan bahwa bagi mahasiswa dan masyarakat Anambas yang berada di luar daerah dan terdampak virus Corona atau Covid-19.

Selain itu, pihaknya juga meminta Pemda Anambas untuk mengambil langkah nyata terkait usaha pemulangan bagi mahasiswa dan masyarakat setempat ke Anambas.

“Kami minta pemerintah agar memulangkan masyarakat diluar Anambas yang terdampak Covid-19 baik yang tertahan ingin pulang ke asalnya (Anambas),” ungkapnya.

Bukan hanya itu, Dia juga menyayangkan pernyataaan staf ahli Bupati Anambas, Syahzinan terkait pernyataan bahwa aksi demonstrasi yang dilakukan AMMA bergerak telah ditunggangi oleh sekelompok politik tertentu.

“Itu tidak benar dan beliau harus meminta maaf. Pernyataan itu dianggap tanpa ada bukti serta fakta nyata yang mendasari pernyataan tersebut,” tegasnya.

Mereka juga mendesak pihak Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Anambas untuk segera mengeluarkan pernyataan sikap terkait kedatangan 10 pekerja SP II yang datang tanpa dasar yang jelas.

“Ada mahasiswa dipulangkan oleh oknum Kepala Desa Landak di tengah larangan pemulangan mahasiswa yang dilakukan. Kita ingin APDESI menindak lanjuti itu,” pintanya.

Dia menebahkan, selama mereka di tahan di Tanjungpinang, Pemda Anambas hanya sekali mengirimkan bantuan sebesar Rp75 juta.

Namun, bantuan tersebut tidak cukup karena itu dibagi kepada 400 lebih mahasiswa dan masyarakat yang berada di Tanjungpinang. Sementara, janji Pemda Rp450 per orang.

“Bantuan yang kami terima Rp75 juta, dibagi ke 400 orang, masing-masing dapat Rp160 ribu per orang. Itu tidak cukup, tidak sesuai janji,” katanya.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta agar Pemkab Anambas menepati janji yang mana, setiap warga dan mahasiswa mendapatkan bantuan uang sebesar Rp450 ribu Per bulan.

Menurutnya, apabila tuntutan ini tidak ditanggapi maka pihaknya akan bergerak untuk menduduki kantor penghubung Mess Pemda Kepulauan Anambas dan tidak akan membubarkan diri sampai ada klarifikasi secara langsung oleh pihak-pihak terkait yang terdapat dalam tuntutan.

Wartawan: Amri
Editor: Ikhwan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *