Anambas, KepriDays.co.id – Pagi hingga siang di Pelataran Masjid Agung Baitul Ma’mur Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, dipenuhi warga yang memadati area terbuka untuk mengikuti Festival Layang-Layang yang digagas Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu, Minggu (2/8/2026).
Festival tersebut menjadi gebrakan baru yang menghadirkan permainan tradisional di tengah masyarakat.
Sejak acara diselenggarakan, langit Tarempa perlahan dipenuhi layang-layang beragam bentuk dan ukuran yang diterbangkan secara bergantian.
Puluhan peserta dari berbagai usia tampak antusias mengendalikan layang-layang mereka. Anak-anak, remaja hingga orang dewasa berdiri berjejer di pelataran masjid sambil menarik benang agar layang-layang tetap stabil mengikuti arah angin.
Berbagai jenis layang-layang menghiasi langit, mulai dari bentuk wajik klasik, layangan berekor panjang, hingga layang-layang berwarna cerah dengan motif yang menarik perhatian.
Suasana semakin meriah ketika warga yang datang tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga menjadi penonton. Banyak orang mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam, sementara anak-anak terlihat bersorak setiap kali layang-layang berhasil mencapai ketinggian.
Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu mengatakan, festival tersebut sengaja digelar untuk menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan oleh generasi muda.
“Layang-layang ini permainan semua kalangan. Mau orang kaya ataupun orang yang sederhana semuanya bisa bermain karena harganya terjangkau,” kata Raja Bayu.
Ia menilai permainan layang-layang memiliki nilai yang tidak tergantikan oleh permainan modern. Selain murah, permainan tersebut mampu menghadirkan kebersamaan karena dimainkan di ruang terbuka dan melibatkan banyak orang.
Raja Bayu mengaku memiliki kenangan masa kecil yang lekat dengan permainan layang-layang. Ia kerap menghabiskan waktu bersama teman-temannya untuk membuat hingga menerbangkan layang-layang di lapangan.
“Dulu waktu kecil saya juga sering main layang-layang. Kami membuat sendiri, kemudian ramai-ramai menerbangkannya. Momen seperti itu sangat berkesan dan penuh kebersamaan,” ujarnya.
Menurutnya, permainan tradisional tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mengajarkan kesabaran, kerja sama, kreativitas, dan sportivitas ketika mengikuti perlombaan atau bermain bersama.
Ia berharap festival tersebut dapat menjadi agenda rutin di Kabupaten Kepulauan Anambas, sehingga masyarakat memiliki ruang untuk melestarikan permainan tradisional sekaligus mempererat hubungan antarsesama.
“Kita ingin anak-anak sekarang juga merasakan keseruan bermain layang-layang seperti yang pernah kita rasakan dulu. Jangan sampai permainan tradisional ini hilang ditelan perkembangan zaman,” ucap Raja Bayu.
Wartawan: Yolana
Editor: Roni
