oleh

Bupati Lingga Ingin Kawasan Militer dan Industri Tidak Tercampur


Lingga, KepriDays.co.id – Bupati Lingga Alias Wello menganggap Kawasan industri yang ada di Kabupaten Lingga masih sangat kecil dan tidak dapat menjawab persoalan dinamika pembangunan Kabupaten Lingga hingga 20 tahun ke depan.

Sehingga ia merasa perlu ada pemekaran terhadap daerah yang akan dipergunakan sebagai kawasan industri, agar tidak menyandra investor yang akan masuk ke Kabupaten Lingga.

“Jangan sampai investor nantinya tersandera oleh tata ruang kita yang tidak mengalokasikan kawasan yang dimaksud sebagai kawasan industri,” kata Awe.

Ditambahkan realitas lokasi yang diinginkan untuk pembangunan kawasan industri dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lingga batu bedaun dan todak, namun telah di claim sebagai kawasan latihan militer TNI AL.

“Realitas lokasi yang diinginkan untuk pembangunan kawasan industri dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lingga itu adalah batu bedaun dan todak, namun kawasan tersebut telah di klaim oleh rekan kita TNI AL, untuk tetap di jadikan sebagai daerah latihan militer,” ujarnya.

Awe mengaku telah menyampaikan kepada Gubernur Kepulauan Riau terkait keberatan ditetapkannya kawasan tersebut di jadikan secara permanen tempat basis latihan militer, dan telah mengusulkan kawasan yang dapat untuk di jadikan kawasan militer dan tidak mengganggu kawasan industri salah satunya Pulau Pekajang.

“Saya sudah sampai ke Gubernur, keberatan tentang dijadikan secara permanen basis latihan militer, karena pembangunan ke depan pulau Singkep merupakan salah satu prioritas penyokong ekonomi kedepannya Kabupaten Lingga,” tegasnya.

Awe mengaku pihaknya telah mengusulkan kawasan yang dapat dijadikan kawasan latihan militer yang tidak menggangu kawasan industri dan tidak menggangu kepentingan nasional.

“Ini dilematis, kita harus memberikan solusi cerdas tentang persoalan ini. Beberapa lalu kami telah menyiapkan kawasan yang dapat dijadikan kawasan militer salah satunya gugusan pulau pekajang besar yang masih kosong. Harapannya kepentingan nasional tetap jalan tetapi kepentingan daerah harus tetap jadi daerah kawasan Lingga,” ujarnya. (CR24)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *